Polisi sita 2,3 ton kertas sampul Al Quran bahan terompet tahun baru

Sebanyak tiga orang sudah dimintai keterangan

Rappler.com

Published: 11:31 PM December 28, 2015

Updated: 11:42 PM December 28, 2015

RESAHKAN MASYARAKAT Pengrajin membuat terompet dari bahan limbah, di Kediri, Jawa Timur. Foto oleh Prasetya Fauzani/Antara

SEMARANG, Indonesia —  Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah mengamankan 2,3 ton kertas sampul Al Quran yang diduga dipakai sebagai bahan baku untuk membuat terompet yang sempat beredar di Kabupaten Kendal.

"Disita dari produsen di Klaten," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Liliek Darmanto di Semarang, Senin. Selain itu, kata dia, polisi juga telah memeriksa tiga orang yang terkait dengan pembuatan terompet tersebut.

Selain di Kendal, lanjut dia, terompet bermasalah tersebut diduga telah dijual di wilayah Blora, Klaten, Demak, Pekalongan, Batang dan Wonogiri.

Ia menegaskan kepolisian telah mengambil langkah tegas dengan menarik seluruh terompet yang bahan bak

unya berasal dari sampul Alquran tersebut.

Liliek Darmanto mengimbau masyarakat tenang dan menyerahkan permasalahan tersebut kepada kepolisian.

Sebelumnya, polisi menyelidiki penggunaan bahan baku pembuatan terompet yang diduga sampul Al Quran yang beredar di sejumlah toko modern di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Terompet berbahan baku diduga Al Quran tersebut berawal dari temuan warga di salah satu toko modern di Kebondalem, Kabupaten Kendal. Puluhan terompet yang belum sempat terjual diamankan di sejumlah toko modern.

Namun, tidak sedikit terompet yang diduga bermasalah tersebut telah laku terjual. Para pengelola toko modern yang menjual terompet tersebut mengaku tidak mengetahui karena kondisinya telah terbungkus hiasan plastik.

Dari tampilannya, pada bahan baku terompet tersebut tertera tulisan Kementerian Agama RI tahun 2013 serta kaligrafi bertulisan Arab. —  Laporan Antara/Rappler.com

BACA JUGA

Polda Jateng cek isu terompet tahun baru berbahan sampul Al Quran

Tak sesuai syariat Islam, Banda Aceh larang perayaan tahun baru

10 resolusi tahun baru agar kariermu melesat