Merayakan tahun baru di usia 20an

Perayaan malam tahun baru merupakan momen untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat terdekat

Sakinah Ummu Haniy

7:13:0am December 29, 2017

7:13:0am December 29, 2017

Ilustrasi oleh Tri Asrie Khalidya/Rappler

Ilustrasi oleh Tri Asrie Khalidya/Rappler

JAKARTA, Indonesia — Merayakan malam pergantian tahun bisa dilakukan dengan beragam cara. Bagi mereka yang berada di usia 20an, tahun baru biasanya dirayakan bersama teman-teman atau keluarga terdekat, setidaknya bagi Sindy Reta dan Bannia yang bercerita tentang rencana tahun baru mereka kepada Rappler.

Sindy yang saat ini tinggal sendiri dan bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia, berencana akan menghabiskan malam tahun baru bersama teman-temannya. Namun karena ia memiliki beberapa kelompok pertemanan, saat ini ia masih bingung akan memilih acara yang mana.

“Antara mau kumpul di apartemen aja sama Indo team gue atau reuni sama teman-teman kampus gue di rooftop bar. Lihat nanti yang mana yang seru,” tutur Sindy.

Sedikit berbeda dengan Sindy, Bannia akan menghabiskan malam tahun baru bersama keluarganya di sebuah hotel di Jakarta. Kumpul-kumpul bersama keluarga memang menjadi acara rutin bagi Bannia di malam tahun baru.

“Setiap tahun selalu sama keluarga soalnya cuma waktu-waktu tertentu aja kan bisa kumpul semua dan berasa enggak mau lewatin momen itu,” katanya.

Perempuan berusia 22 tahun tersebut memilih untuk merayakan tahun baru di hotel karena dianggap nyaman untuk seluruh keluarganya. Ia pun telah memesan tempat dari beberapa minggu sebelumnya karena perayaan tahun baru di hotel sering kali penuh.

“Tadinya mau di [hotel] Kempinski tapi setelah book kurang dari satu bulan pun sudah fully booked. Jadi cari hotel yang ada tempat hiburannya, cozy, dan yang masih available,” kata Bannia yang akhirnya akan merayakan tahun baru di Hotel Westin.

Meskipun merayakan tahun baru dengan cara yang berbeda, Sindy dan Bannia sama-sama mementingkan kebersamaan, tidak terlalu pusing dengan budget yang mereka keluarkan. Sindy memperkirakan pengeluarannya di malam tahun baru nanti bisa mencapai RM200 (Rp700 ribu).

“Kalau bikin acara di apartemen doang paling share RM30-50  (Rp100-180 ribu), tapi kalau ikut teman kampus gue di bar kayanya RM100-200 (Rp350-700 ribu),” kata perempuan berusia 26 tahun tersebut.

Sementara Bannia juga mengemukakan hal yang serupa. Ia tidak terlalu ambil pusing dengan budget yang akan dikeluarkan. 

“Enggak ada budget khusus soalnya memang setiap tahun sudah jadi kebiasaan selalu kumpul sama keluarga. Di mana pun tempatnya gak masalah sebenernya,” katanya.

Sepertinya, Sindy dan Bannia menganggap perayaan malam tahun baru merupakan momen untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat terdekat. Oleh karena itu, apa yang akan dilakukan, tempat kumpul, serta budget yang dikeluarkan tidak menjadi soal.

“Yang penting bonding sama serunya aja,” ujar Sindy.

Bagaimana dengan kamu? Apa yang akan kamu lakukan di malam tahun baru nanti? —Rappler.com