10 tips cara mengetahui berita hoax di Facebook

Facebook akan menampilkan perangkat mendidik di bagian atas fitur News Feed untuk membantu warga dari 15 negara mengetahui berita palsu.

Rappler.com

2:4:0pm April 8, 2017

1:9:38am April 9, 2017

Ini merupakan pemberitahuan resmi dari Facebook

JAKARTA, Indonesia -  Kami melawan berita bohong atau hoax dalam Facebook – Berita hoax membuat orang-orang keliru dan dunia menjadi kurang informatif. Orang-orang tidak menginginkan hoax di Facebook, begitu juga kami. Hal itu sangat berbahaya bagi komunitas dan industri kita.

Hal ini bukan masalah baru. Setiap teknologi membutuhkan solusi yang inovatif dan kreatif. Ini semua tergantung pada kita – dalam teknologi, media, dan dunia akademis – untuk memerangi hoax. Kami di Faceebook, tengah berusaha untuk membantu orang-orang, memberi mereka informasi saat bertemu hoax. 

Hari ini, sebagai bagian dari usaha kami membantu sesama untuk terus mendapat informasi yang dibutuhkan, sebuah perangkat edukasi telah diluncurkan guna mengidentifikasi berita bohong. Kami menaruh fitur terbaru ini di bagian atas News Feed selama beberapa hari di 15 negara, termasuk Indonesia, Filipina, Myanmar, Korea Selatan, dan Taiwan.

Saat mereka mengaktifkan  perangkat edukasi ini, akan muncul informasi tambahan dan bantuan dari Facebook Help Center, termasuk tips mengidentifikasi hoax, seperti memeriksa tautan situs, melakukan investigasi pada sumber, dan membandingkan laporan lain yang bertopik sama.

Tips-tips ini kami rancang bersama First Draft, sebuah lembaga non-profit yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan standard dalam pemberitaan dan berbagi informasi di dunia maya.

Kami ingin menghentikan penyebaran hoax di Facebook. Coba pelajari lebih dalam tentang apa yang kami lakukan, sementara kami berusaha membatasi penyebarluasan berita hoax, berikut beberapa tips bermanfaat bagi kalian untuk mengidentifikasi berita palsu:

Selalu berpikir skeptis terhadap judul berita. Hoax sering kali menggunakan kata-kata yang catchy, bahkan berirama dengan huruf kapital dan tanda seru (!). Jika klaim mengejutkan ditaruh di judul bahkan terkesan tidak terpercaya, maka kemungkinan besar berita tersebut hoax. 

Amati tautan. Sebuah tautan yang memiliki nama menyerupai sumber-sumber berita populer merupakan sebuah pertanda bahwa hal itu hoax. Banyak situs berita bohong yang menyerupai sumber-sumber asli dengan mengubah sedikit tautan mereka. Anda dapat membandingkan mereka dengan situs yang ditirunya.

 Telusuri lebih dalam sumber berita. Pastikan berita yang Anda baca berasal dari sumber terpercaya, jika situs tersebut kurang familiar, coba cek bagian profil dari situs tersebut dan telusuri lebih dalam.

 Format yang aneh. Berbagai situs berita bohong memiliki salah pengetikan atau desain laman  yang aneh. Baca secara seksama jika kalian ingin melihat tanda-tanda ini.

 Pertimbangkan fotonya. Berita bohong sering kali menggunakan foto atau video yang telah  dimanipulasi. Terkadang, foto yang mereka gunakan asli, tapi keluar dari konteks. Kalian bisa  menelusuri foto atau gambar tersebut untuk mengetahui kebenarannya.

 Perhatikan tanggal. Berita bohong terkadang memberikan hal yang tidak masuk akal atau mengubah tanggal informasi mereka.

 Memeriksa bukti. Lihatlah kolom penulis untuk memastikan akurasi mereka. Identitas samaran bahkan tanpa nama merupakan indikasi berita bohong.

 Lihatlah laporan lain. Jika tidak ada situs berita lain yang melaporkan hal sama, itu bisa jadi sebuah kebohongan. Tetapi, jika berita serupa dilaporkan oleh beberapa media outlet yang kalian percaya, maka kemungkinan besar berita tersebut benar.

 Apakah berita itu lelucon? Terkadang berita bohong sangat sulit untuk dibedakan dengan humor atau satir. Periksalah apa sumber yang kalian baca diketahui sebagai situs parodi, dan bagaimana nada pemberitaan yang mereka berikan. Mungkin semua hanyalah lelucon.

 Beberapa berita sengaja dibuat untuk menipu. Cobalah kritis tentang apa yang kalian baca dan hanya bagikan berita-berita yang kalian tahu bisa dipercaya.

 - Rappler.com

(Catatan Editor: Rappler termasuk salah satu kelompok grup berita dari Filipina yang ikut bergabung dengan Jaringan First Draft Partners)