Jack Ma resmi menjadi penasihat e-commerce Indonesia

Wapres Jusuf Kalla mengatakan dengan menjadi penasihat e-commerce Indonesia, perusahaan Jack Ma, Alibaba bisa melebarkan sayap di Tanah Air

Rappler.com

3:39:0am August 23, 2017

3:39:19am August 23, 2017

PENASIHAT. Menkominfo Rudiantara bersama CEO PT Alibaba, Jack Ma. Jack akhirnya menerima undangan dari Pemerintah Indonesia secara resmi untuk menjadi penasihat e-commerce. Foto: Kementerian Komunikasi dan Informatika

PENASIHAT. Menkominfo Rudiantara bersama CEO PT Alibaba, Jack Ma. Jack akhirnya menerima undangan dari Pemerintah Indonesia secara resmi untuk menjadi penasihat e-commerce. Foto: Kementerian Komunikasi dan Informatika

JAKARTA, Indonesia - Delegasi ekonomi Indonesia pada Selasa, 22 Agustus bertemu dengan CEO PT Alibaba, Jack Ma di Beijing, Tiongkok. Salah satu poin yang dibahas oleh kedua pihak yakni mengenai tawaran sebagai penasihat steering committee peta jalan e-commerce Indonesia.

Tawaran tersebut sempat disampaikan oleh Pemerintah Indonesia ketika Presiden Joko “Jokowi” Widodo berkunjung ke Hangzhou September 2016. Pada saat itu, tawaran hanya disampaikan secara verbal. Namun, kemarin Pemerintah Indonesia menyampaikan undangan secara resmi kepada Jack Ma untuk menjadi salah satu penasihat steering committee untuk menjalankan peta jalan e-commerce. Tim panitia itu diketuai langsung Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

Selain Darmin, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara turut ikut dalam delegasi tersebut. Dalam keterangan tertulis, Rudiantara mengatakan pertemuannya dengan Jack Ma membahas pentingnya infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat di pedesaan maupun UMKM.

Kepada Jack, Rudiantara menjelaskan bahwa pemerintah segera melakukan transformasi sistem logistik. Tujuannya, agar pergerakan barang menjadi lebih mudah dan efisien.

“Sistem pembayaran harus menjadi ekosistem strategis dari pengembangan e-commerce. Sehingga, bukan hanya Fintech (yang cenderung memberdayakan institusi keuangan yang sudah mapan), namun teknologi finansial bagaimana agar masyarakat bisa mendapatkan akses kepada layanan keuangan sejalan dengan strategi keuangan inklusi dari Pemerintah Indonesia,” ujar Rudiantara seperti dikutip dari situs Kemkominfo Rabu, 23 Agustus.

Indonesia memiliki peluang dan harus mampu membuat terobosan mengenai sistem pembayaran karena potensinya sangat besar yakni 175 juta orang.

Sementara, Jack Ma mengatakan tantangan yang dihadapi Indonesia tidak mudah, lantaran bentuk negaranya yang kepulauan. Ratusan juta penduduk Indonesia tersebar di sekitar 17 ribu pulau. Maka, salah satu jalan keluarnya yaitu perlu dibangun jaringan logistik yang komprehensif.

Jack menilai untuk bisa mengatasi hal tersebut, maka dua persoalan mendasar terkait infrastruktur harus diselesaikan, yakni jaringan informasi dan logistik. Untuk bisa memberikan pengetahuan dan pengalaman, maka Jack mengundang Pemerintah Indonesia untuk mengunjungi kantor pusat Alibaba di Hangzhou.

Sama-sama untung

Wakil Presiden Jusuf “JK” Kalla pernah mengatakan alasan memilih Jack selaku penasihat e-commerce Indonesia. Ia mengaku pertimbangan memilih Jack tidak terlepas atas pesatnya perkembangan Alibaba di seluruh dunia.

JK meyakinkan bahwa kesepakatan ini menguntungkan kedua belah pihak. Industri e-commerce di Tanah Air bisa lebih baik dengan adanya nasihat dari Jack. Sedangkan, Alibaba akan semakin memiliki jejaring di Indonesia yang memiliki potensi pasar 250 juta jiwa.

“Barang-barang produksi industri Indonesia juga dipasarkan lewat Alibaba sekarang ini. Jadi, dua-duanya saling menguntungkan. Indonesia diuntungkan agar memiliki e-commerce yang baik, sementara Alibaba bisa punya channel ke Indonesia dengan penduduk yang besar ini,” kata JK seperti dikutip media.

Dalam pandangannya, industri e-commerce tidak akan menguntungkan jika dikembangkan di negara dengan jumlah penduduk yang sedikit seperti Singapura. Atas dasar itu, JK mengatakan Indonesia dengan penduduk 250 juta, adalah pasar yang bagus untuk industri e-commerce.

Selain menjadi penasihat e-commerce bagi Indonesia, Pemerintah Malaysia sudah mengumumkan lebih dulu pada November 2016, bahwa mereka juga secara resmi menggunakan jasa Jack untuk mengembangkan industri e-commerce di Negeri Jiran. - Rappler.com