Banyak maskapai berminat beli pesawat N219

Pesawat N219 sukses mengudara di uji coba kedua

Yuli Saputra

Published: 5:35 AM August 24, 2017

Updated: 5:35 AM August 24, 2017

RAMAI PEMINAT. Banyak maskapai yang sudah berminat untuk membeli pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia jenis N219. Foto oleh Yuli Saputra/Rappler

BANDUNG, Indonesia - Pesawat karya anak negeri N219 kembali mengudara dalam uji coba terbang kedua di landasan pacu Bandara Husein Sastranegara, Jalan Padjajaran Kota Bandung pada Rabu, 23 Agustus. Pesawat produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) itu mengudara selama kurang lebih 30 menit.

Usai mengudara, pesawat berhasil mendarat kembali di Bandara Husein Sastranegara. Kapten Esther Gayatri Saleh kembali dipercaya sebagai pilot in command dalam uji coba terbang kedua pada Rabu kemarin.

Usai mendaratkan N219, Esther mengatakan, uji coba kedua ini berjalan dengan lancar seperti pada penerbangan perdana. Di uji coba kedua, Esther mengatakan, ada beberapa test yang dilakukan, yaitu air speed calibration dan stability and control. Hasilnya, semua berjalan baik dan bagus.

Namun, Esther mengakui, ada catatan-catatan teknis yang perlu dianalisa.

“Karena ini baru penerbangan kedua, you don't expect too much. Jadi, kita memang lagi collect data, nanti kita analisa. Kita akan rapatkan kembali data safety review board, lalu nanti kita akan tentukan terbang ketiga, keempat, dan seterusnya,” ujar Esther memberikan penjelasan.

Masih ada waktu untuk menganalisa dan mengevalusi kondisi pesawat N219. Karena menurut Esther, Direktor Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA) memberikan waktu selama 20 jam pertama untuk prototype flight.

“Kami mau memaksimalkan 20 jam pertama ini. Apa saja data dan improvement yang bisa kami lakukan,” ujar Chief Test Pilot PTDI itu.

Untuk mendapatkan sertifikat kelaikan udara, N219 harus menjalani uji coba terbang selama 300 jam. Sertifikat yang dikeluarkan oleh Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara, Kementerian Perhubungan ini ditargetkan bisa diperoleh tahun depan.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Andi Alisjahbana mengatakan, pihaknya optimis bisa mendapat sertifikat itu sesuai target.

“Saya sangat optimis semua kegiatan flight bisa kami laksanakan. Insya Allah bisa lancar. Memang jumlah (jam) ada sekitar 300 jam. Insya Allah bisa kita selesaikan,” kata dia.

Misi utama pada uji coba kedua ini, Andi melanjutkan yaitu pihaknya ingin mendapatkan data gaya dan sudut Rudder pesawat. Data itu nanti akan diolah sebagai bagian dari dokumen untuk mendapatkan sertifikasi.

“Jadi tugas dari 300 jam itu, mendapatkan data. Data kemudian diolah, dipelajari. Kalau enggak ada masalah, itu adalah bukti pesawat aman untuk dikendarai,” kata dia.

Dari uji coba kedua ini, Andi berpendapat, hasilnya normal atau disebut “dalam prediksi”.

“Yang saya takut, kalau “di luar prediksi”. Kan semua ada analisanya. Itu semua masuk dalam prediksi. Saya rasa itu bagus dan saya optimis,” tutur Andi.

Banyak peminat

SUKSES. Chief test pilot, kapten Esther Saleh sukses kembali menerbangkan N219 selama 30 menit pada Rabu, 23 Agustus. Foto oleh Yuli Saputra/Rappler

“Banyak yang mau membeli, yang MoU banyak, tapi saya belum berani sampai mengatakan kontrak. Ini masih perlu test-test,” ujar Budi.

Ia mengatakan ada beebread airline yang telah menelepon dirinya untuk menjadi first customer. Tetapi, ia memberlakukan syarat bagi pihak yang ingin membeli pesawat PT DI.

“Ada yang selalu nelepon saya, ingin jadi first costumer itu. Ada beberapa airlines. Tapi saya perlukan untuk launching customer itu yang mau membeli sekitar minimal 50 pesawat,” ujarnya.

Uji coba kedua ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-41 PT DI. Semula, ada empat Menteri yang dijadwalkan hadir dan menyaksikan penerbangan kedua N219. Namun, mereka batal hadir karena harus mengikuti rapat bersama Presiden Joko Widodo. - Rappler.com