Besok, Presiden Jokowi akan menyematkan nama baru untuk pesawat N219

“Kami sepenuhnya menyerahkan kepada Bapak Jokowi untuk memberikan nama N219.”

Yuli Saputra

11:41:57am November 9, 2017

11:41:57am November 9, 2017

Pesawat N219 saat flight test pertama, Rabu (16/8). Foto oleh Humas PT DI.

BANDUNG, Indonesia — Presiden Joko ‘Jokowi” Widodo akan memberikan nama kepada pesawat N219 hasil karya PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Pemberian nama akan dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan di Bandara  Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat, 10 November 2017.

“Hari Jum’at jam 09:00 WIB pagi. Pemberian nama oleh Presiden RI dilakukan di Halim,” kata Direktur Produksi PTDI Arie Wibowo dalam siaran pers yang diterima Rappler, Kamis 9 November 2017.

Pesawat N219 telah menjalani gladi resik pemberian nama pesawat N219 pada pukul 11:00 WIB, Kamis. Esok harinya,  Jokowi akan diberi kebebasan menentukan nama yang akan disandang pesawat hasil karya anak bangsa ini.

“Kami sepenuhnya menyerahkan kepada Bapak Jokowi untuk memberikan nama N219,” kata Irlan Budiman Manager Hukum dan Humas PTDI.

Pesawat N219 rencananya akan berada di Lanud Halim Perdanakusuma hingga tanggal 11 November 2017 atau sehari setelah diberikan nama oleh Presiden Joko Widodo.

Pesawat N219 sedang dalam proses meraih Type Certificate atau sertifikasi kelaikan udara dari desain manufaktur pesawat.  Sertifikat ini dikeluarkan oleh badan pengatur dalam hal ini yang berwenang di wilayah Indonesia adalah Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara, Kementerian Perhubungan.

Sejauh ini, pesawat N219 telah melakukan tujuh kali uji terbang termasuk uji terbang dari Bandung menuju Jakarta. Pada 08 November 2017, pesawat N219 telah melakukan uji terbang ke-7 dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat menuju Lanud Halim Perdanakusuma, DKI Jakarta. 

Captain Esther Gayatri Saleh, Chief Test Pilot PTDI sebagai Pilot In Command (PIC), Captain Adi Budi Atmoko sebagai First Officer (FO) beserta Ir. Yustinus Kus Wardana dan Adriwiyanto Onward Kaunang sebagai Flight Test Engineer (FTE) sukses menerbangkan pesawat N219 menuju Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.

PTDI telah sukses melakukan uji terbang perdana pesawat N219 pada tanggal 16 Agustus 2017.  Kemudian pesawat N219 kembali melakukan uji terbang pada 23 Agustus 2017, 15 September 2017, 16 September 2017.  

Pada uji terbang ke 2 sampai ke 4 itu, pesawat N219 sudah melakukan handling quality characterictic test untuk mengetahui karakteristik pesawat dan engine performance test untuk mengetahui karakteristik dan performa dari mesin pesawat N219.

Setelah menjalani serangkaian perbaikan untuk meningkatkan performa, pesawat N219 kembali melakukan uji terbang ke-5 pada tanggal 05 November 2017 dengan melakukan flight control system check untuk mengetahui respon setiap komponen pesawat terhadap setiap data yang dimasukan dalam sistem.

Pada uji terbang ke-6, tanggal 06 November 2017, pesawat N219 melakukan system navigation functional check untuk mengetahui sistem avionik, sistem komunikasi, peralatan navigasi serta seluruh instrumen yang ada di pesawat berfungsi dengan baik.

Paralel dengan uji terbang purwarupa pesawat pertama N219, PTDI sedang membangun 3 purwarupa pesawat N219 di Hanggar N219 PTDI, Bandung. PTDI akan menyiapkan 2 purwarupa pesawat N219 untuk uji terbang hingga mencapai 300 Flight Hours dan 2 purwarupa lainnya untuk dilakukan fatigue test, flight test development dan flight test certification yang membutuhkan 3000 cycle fatigue test untuk mendapatkan Type Certificate di tahun 2018.

Selanjutnya dimulailah tahapan serial production untuk mendapatkan Production Certificate, sehingga pada tahun 2019 nanti, pesawat pertama N219 sudah siap dan laik untuk memasuki pasar, dengan prioritas memenuhi kebutuhan dalam negeri dengan harga yang kompetitif.  —Rappler.com