Target wisatawan meleset, Bali akan promosi besar-besaran

Dari target 6 juta wisatawan mancanegara, hanya 5,5 juta yang akan datang ke Bali tahun ini

Bram Setiawan

12:39:16am December 19, 2017

12:39:16am December 19, 2017

Menteri Arief Yahya (tengah) seusai pertemuan dengan para pemangku kepentingan pariwisata di Bali Tourism Board, Denpasar, Senin, 18 Desember 2017. Foto oleh Bram Setiawan/Rappler

Menteri Arief Yahya (tengah) seusai pertemuan dengan para pemangku kepentingan pariwisata di Bali Tourism Board, Denpasar, Senin, 18 Desember 2017. Foto oleh Bram Setiawan/Rappler

DENPASAR, Indonesia - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali tidak mencapai target yang telah ditentukan. 

"Saya menargetkan Bali itu 6 juta (wisatawan mancanegara)," katanya di Bali Tourism Board, Denpasar, Senin, 18 Desember 2017. 

Namun dari target 6 juta orang itu, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali hingga Oktober baru mencapai 5 juta orang.

Ia memprediksi hingga penghujung tahun ini, total wisatawan mancanegara yang akan berlibur di Bali hanya 5,5 juta orang. Melesetnya target ini lantaran meletusnya Gunung Agung beberapa waktu lalu.

Karena itu, Menteri Arief melanjutkan,  Bali perlu melakukan promosi pariwisata besar-besaran. Ia bahkan menyebut anggaran untuk promosi tersebut mencapai 100 miliar. "Total Rp. 100 miliar untuk promosi," katanya.

Bentuk promosi tersebut, kata Arief, bisa  berupa penjualan (selling). "Kalau selling itu langsung menjual diskon 40-50 persen," ujarnya. Arief menjelaskan hal tersebut berlaku untuk turis domestik dan mancanegara.

Meskipun target kunjungan wisatawan mancanegera tahun ini tidak sesuai harapan, Arief berharap lebih banyak wisatawan mancanegara datang ke Bali pada tahun depan. Ia menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali bisa menembus angka 7 juta pada 2018.

Ia optimistis target tersebut bisa diraih karena Bali memiliki banyak potensi untuk menarik wisatawan. "Bangkok itu 18 juta (kunjungan) mengalahkan Bali. Di sana (Bangkok) kota, di sini pulau, jauh lebih apa pun Bali daripada Bangkok," katanya. —Rappler.com