Berdiri bersama Rappler mempertahankan kebebasan pers

Kami akan terus memberitakan kebenaran. Kami akan tetap bertahan

Rappler.com

11:34:8am January 16, 2018

11:34:43am January 16, 2018

JAKARTA, Indonesia — Pembaca Rappler,

Kami tidak pernah menyangka hari ini akan tiba. Pada pekan pertama Desember tahun lalu, Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Filipina dikabarkan akan mengeluarkan sebuah keputusan yang merugikan kami. Namun karena selama ini kami telah bertindak dengan itikad baik dan berpegang pada standar terbaik dalam lingkungan bisnis yang berkembang pesat, kami yakin bahwa regulator bisnis Filipina itu akan menempatkan minat publik di atas kepentingan lain dalam kasus ini.

Awalnya, kami merasa lega bahwa SEC lah yang akan melakukan uji tuntas rutin ini, karena sebelumnya ada informasi yang menyebut bahwa Kejaksaan Agung telah membentuk sebuah tim khusus untuk menelusuri kasus ini sejak November 2016. 

Ternyata kami keliru. 

(BACA: Pemerintah Filipina cabut izin Rappler)

Perintah penutupan dan pencabutan lisensi Rappler adalah yang pertama dalam sejarah Filipina. 

Artinya bagi Anda, dan bagi kami, ialah bahwa SEC memerintahkan kami untuk menutup perusahaan, untuk berhenti menulis berita, berhenti menyuarakan kebenaran terhadap kekuasaan, dan melepaskan semua yang telah kami bangun dan ciptakan sejak 2012.

Ini semua terjadi karena SEC berfokus pada satu klausul dalam salah satu kontrak kami yang kami daftarkan—dan diterima—oleh SEC pada 2015.

Sekarang, SEC menuding kami melanggar Konstitusi, sebuah tudingan yang sangat serius mengingat Rappler adalah sebuah perusahaan yang didorong oleh kepentingan publik, kami secara konsisten bersikap transparan dan terbuka dalam prakteknya.

Setiap tahun sejak perusahaan ini didirikan pada 2012, kami selalu mematuhi peraturan SEC dan memenuhi segala persyaratan, bahkan dengan risiko mengungkapkan data perusahaan kepada pihak yang tidak bertanggung jawab yang memiliki motif tersembunyi. Transparansi, kami percaya, adalah bukti nyata dari itikad baik dan perilaku yang baik. 

Namun semua ini tampaknya tidak menjadi masalah di mata SEC. Dalam catatan investigasi selama 5 bulan dan setelah Presiden Duterte secara langsung mengecam Rappler dalam Pidato Kenegaraannya pada Juli 2017, SEC mengeluarkan keputusan yang merugikan kami.

Sederhananya, ini merupakan intimidasi terhadap kami, sebuah pukulan terakhir dari rangkaian serangan tanpa henti yang kami terima sejak 2016.

Tidak hanya kami akan melawan keputusan ini melalui seluruh proses hukum yang tersedia, tapi juga berjuang demi kebebasan pers dan berjuang demi hak Anda untuk didengar melalui platform yang independen seperti Rappler.

Kita telah melalui banyak hal bersama, baik maupun buruk—berbagi cerita, membangun komunitas, menginspirasi harapan, mengungkap kekeliruan, hingga melawan trolls. Kami akan terus menyajikan berita untuk Anda, membuat penguasa bertanggung jawab atas apa yang mereka perbuat dan putuskan, dan menarik perhatian pemerintah yang tidak menguntungkan kaum marjinal.

Kami akan tetap bertahan.

Dukungan yang Anda tunjukkan kepada kami selama ini, dan komitmen kami untuk menyajikan berita tanpa rasa takut, memberikan kami harapan.

Anda menginspirasi keberanian.

Anda telah mengajarkan kami bahwa ketika kita berdiri dan memperjuangkan yang benar, maka tidak ada akhir. Hanya rintangan yang akan memperkuat kita. 

Kami meminta Anda untuk sekali lagi berdiri bersama dalam masa sulit ini. —Rappler.com