Mengenal Tamasia, aplikasi digital jual beli emas fisik berbasis syariah

Berdiri sejak Mei 2017, Tamasia sudah diunduh lebih dari 1.500 kali, serta memiliki lebih dari 500 pelanggan

Ananda Nabila Setiyani

5:26:59am October 12, 2017

5:26:59am October 12, 2017

SOFT LAUNCHING. Sandiaga Uno meramaikan soft launching Tamasia bersama dengan Muhammad Assad, Founder & CEO Tamasia. Foto oleh Ananda Nabila/Rappler

SOFT LAUNCHING. Sandiaga Uno meramaikan soft launching Tamasia bersama dengan Muhammad Assad, Founder & CEO Tamasia. Foto oleh Ananda Nabila/Rappler

JAKARTA, Indonesia —Di tengah maraknya kepraktisan yang ditawarkan dalam sebuah teknologi aplikasi, Tamasia menjadi pelopor baru. Tamasia menjadi aplikasi pertama di Indonesia yang menjadi wadah jual beli emas fisik secara syariah.

Telah melakukan soft launching aplikasinya di bilangan Melawai, Jakarta Selatan, Tamasia menggaet PT. Antam Tbk sejak Juli 2017 sebagai mitra strategisnya. 

Berdiri sejak Mei 2017, Tamasia sudah diunduh lebih dari 1.500 kali, serta memiliki lebih dari 500 pelanggan. Aplikasi Tamasia juga sudah dapat diunduh melalui Android dan iOS.

CEO dan Co-Founder dari Tamasia, Muhammad Assad mengatakan bahwa Tamasia memiliki beragam fitur yang memudahkan penggunanya. Seperti fitur jual beli emas, menitip emas tanpa biaya tambahan, menawarkan sistem reseller dan berbasis pada prinsip profit sharing, yaitu pembagian 50:50 di antara seluruh pihak yang terkait dengan rantai jual beli emas di Tamasia. 

Tak hanya itu, Tamasia juga memberikan kemudahan pengguna untuk bisa mengangsur cicilan emas, yakni dengan menabung dan bisa membeli emas dari 1 hingga 1000 gram. Kemudahan tersebut memang jarang ditemukan di metode konvensional yang sudah sering kita lihat. 

Untuk melakukan transaksi jual beli emas di Tamasia, pengguna juga bisa mengecek naik turunnya harga emas di pasaran. Waktu-waktu strategis tersebut mampu memberikan pengguna keuntungan yang lebih dalam berinvestasi. 

Assad juga menuturkan keunggulan Tamasia dibanding kompetitor lainnya. “Sistem kita fully syariah. Dan sistem reseller ini memang belum ada. Kenapa kami membuka reseller? Karena di sini kita juga ingin membuka peluang untuk orang lain. Tidak hanya profit untuk kita saja,” jelasnya.

Disinggung soal target ke depan, Assad menjelaskan bahwa selama satu tahun ke depan ia bersama tim akan berfokus untuk memperbanyak transaksi dan user. Bulan depan, mereka juga akan merilis fitur-fitur baru lainnya, selagi memperbanyak pengguna. 

Selain itu, emas-emas yang dijual oleh Tamasia juga resmi berasal dari Antam, sebagai produsen penghasil emas setiap harinya. Manager PT. Antam, Agung Kusumawardhana menjelaskan, “Kami sudah bekerjasama dengan Tamasia. Sehingga ketika membeli emas di sana, akan mendapatkan sertifikat pula dari Antam.” 

Acara soft launching Tamasia yang dilaksanakan pada 11 Oktober 2017 ini, menghadirkan beragam pembicara. Seperti Manager PT. Antam Tbk, Agung Kusumawardhana, Wakil Ketua Umum Kadin bidang Telematika, Penyiaran dan Ristek, Ilham Akbar Habibie dan pengguna Tamasia yang juga mantan anggota DPRD DKI Jakarta, Wanda Hamidah. 

Tak hanya disi dengan seluk beluk investasi emas, dalam acara ini, Tamasia juga memberikan apresiasi kepada pengguna-pengguna loyalnya. Kemudian, soft launching ditutup dengan sambutan dari Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Sandiaga Uno dan diikuti dengan pemotongan tumpeng. —Rappler.com