Piala Dunia 2018: Hasil lengkap penyisihan grup E

Grup E dihuni Brasil, Swiss, Kosta Rika, dan Serbia

Choki Sihotang

11:51:11pm June 27, 2018

12:55:29am June 28, 2018

JAKARTA, Indonesia — Kompetisi sepak bola terbesar Piala Dunia 2018 telah resmi dimulai. Sebanyak 32 negara peserta memulai turnamen dengan melalui babak penyisihan grup.

Brasil, salah satu unggulan di Piala Dunia 2018 kali ini, memulai kompetisi dengan menghadapi Swiss di grup E pada Senin, 18 Juni, pukul 01:00 WIB (Minggu, 17 Juni waktu setempat). Selain Brasil dan Swiss, grup E juga dihuni oleh Kosta Rika dan Serbia.

Siapa yang akan lolos ke babak 16 besar? Berikut hasil lengkap pertandingan penyisihan grup E.

Kamis, 28 Juni

Swiss vs Kosta Rika

Hasil akhir: 2-2

Jalannya pertandingan:

GOL PERDANA. Detik-detik Kendall Waston menjebol gawang Kosta Rika untuk pertama kalinya. Foto dari FIFA.com

Hasil imbang cukup bagi Swiss untuk melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Mengantungi lima poin, Swiss menyudahi laga terakhir babak penyisihan dengan status runner up Grup E. Swiss menenami Brasil, juara grup, yang sukses menyudahi perlawanan Serbia dengan skor dua gol tanpa balas.

Duel Swiss vs Kosta Rika berlangsung di Nizhny Novgorod Stadium, Kamis, 28 Juni dini hari WIB. Dipimpin wasit berpaspor Prancis, Clement Turpin, laga bergulir menarik dan keras. Kedua tim saling jual beli serangan, juga saling jebol. Wasit seikitnya mengeluarkan enam kartu kuning. Duel juga juga diwarnai tendangan penalti dan gol bunuh diri.

Blerim Dzemaili membawa Swiss unggul lebih dulu pada menit ke-31. Kosta Rika merespon gol tersebut pada babak kedua, tepatnya menit 56, via aksi Kendall Waston. Laga semakin seru menggebu. 

Pada menit ke-88 gol yang dicetak oleh Josip Drmic kembali membuat Swiss unggul 2-1. Akan tetapi, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Soalnya, tindakan ceroboh Yann Sommer ke gawang sendiri membuyarkan kemenangan Swiss. Gol bunuh diri itu membuat skor akhir menjadi 2-2.

Sebenarnya, Kosta Rika berpeluang memenangkan laga. Itu jika Bryan Ruiz tak menyia-nyiakan tendangan penalti, jelang berakhirnya duel. 

Di babak 16 besar, Swiss bertanding melawan kampiun Grup F, Swedia di Krestovsky Stadium, Saint Petersburg, 3 Juli.

Serbia vs Brasil

Hasil akhir: 0-2

Jalannya pertandingan:

MENANG. Paulinho merayakan gol Brasil ke gawang Serbia yang membuahkan kemenangan 2-0. Foto dari FIFA.com

Paulinho dan Thiago Silva menjadi pahlawan kemenangan Brasil atas Serbia. Gol Paulinho pada menit ke-36 dan Thiago Silva menit 68 meringankan langkah para penggawa Selecao meninggalkan Spartak Stadium, Kamis, 28 Juni dini hari WIB. Fans menyambut gembira kemenangan tim kesayangan, yang juga meninggalkan bangku tribun dengan hati gembira.

Brasil memang layak menang. Sejak menit-menit awal, pasukan Tite sudah melakukan tekanan demi tekanan. Kerja keras dan semua ihktiar akhirnya berbuah manis lewat aksi Paulinho, juga Silva. Paulinho sukses memaksimalkan umpan Philippe Coutinho, sementara Silva memaksimalkan tendangan pojok Neymar.

Dengan kemenangan ini, Brasil menjadi juara Grup E dengan koleksi tujuh poin. Selanjutnya, di babak 16 besar, Neymar dan kawan-kawan akan bertarung melawan Meksiko, runner up Grup F. Nasib keduanya akan ditentukan di di Cosmos Arena, Samara, 2 Juli mendatang.

Swiss yang cukup bermain imbang 2-2 versus Kosta Rika di tempat terpisah, menemani Brasil ke fase knock out. Swiss bertemu juara Grup F, Swedia. Berdasarkan jadwal, Swiss vs Swedia dihelat di Krestovsky Stadium, Saint Petersburg, 3 Juli.

Jumat, 22 Juni

Serbia vs Swiss 

Hasil akhir: 1-2 

Jalannya pertandingan:

Swiss taklukkan Serbia dengan skor 2-1. Foto dari Twitter/FIFAWorldCup

Duel panas juga tersuguh di Stadion Kalinigrad, Serbia vs Swiss. Pertandingan yang berlangsung Sabtu (23/6) dini hari WIB itu akhirnya dimenangkan Swiss dengan skor tipis 2-1. 

Suntikan tiga angka membuat Swiss yang diarsiteki Vladimir Petkovic punya peluang melangkah ke babak 16 besar. Mengangtongi poin empat, Swiss sama dengan Brasil yang sebelumnya sukses mengalahkan Kosta Rika 2-0. Serbia sendiri memiliki tiga poin dan selanjutnya bertanding hidup mati melawan Brasil.

Serbia yang bermain dengan pola 4-2-3-1 sempat unggul lebih dulu berkat gol kilat Aleksandar Mitrovic pada menit kelima. Hanya saja, keunggulan tersebut tak bisa dipertahankan anak-anak asuh Mladen Krstajic.  

Tak konsistennya lini belakang membuat Serbia harus kebobolan dua gol di babak kedua, yakni menit ke-52 dan 90. Gol penyeimbang Swiss dibukukan oleh Granit Xhaka yang dengan brilian memanfaatkan bola rebound. Swiss kemudian menambah pundi-pundi gol sekaligus memupuskan perjuangan anak-anak Serbia lewat gol penentu Xherdan Shaqiri jelang pertandingan usai. Solo run dari tengah lapangan, Shaqiri menaklukkan Vladimir Stojkovic, kiper Serbia. 

Selanjutnya, Swiss akan bertemu  Kosta Rika pada 27 Juni. Swiss hanya butuh hasik seri. Kosta Rika sendiri dipastikan tersingkir.

Brasil vs Kosta Rika

Hasil Akhir: 2-0

Jalannya pertandingan:

Tampil cemerlang, Neymar bawa Brasil unggul 2-0 atas Kosta Rika. Foto dari Twitter/FIFAWorldCup

Kosta Rika sempat memberikan perlawanan sengit, sebelumnya akhirnya kalah saat bertandingan melawan Brasil di Saint Petersburg Stadium, Jumat (22/6) malam WIB. Penyerang utama Brasil, Neymar, bahkan diganjar kartu kuning karena merasa frustrasi sebab peluangnya beberapa kali dimentahkan Keylor Navas, penjaga gawang La Sele. Mantan pemain Barcelona yang kini berkostum Paris Saint Germain (PSG) itu bahkan menangis terharu di akhir laga, terkait kemenangan dramatis Brasil.

Tak ada gol yang bisa dicetak Brasil di babak pertama, bahkan sampai duel yang dipimpin wasit Bjorn Kuipers (Belanda) memasuki menit-menit akhir. Gempuran serta peluang anak-anak asuh Tite bisa dimentahkan pemain-pemain Kosta Rika, terlebih Keylor Navas yang tampil ciamik di bawah mistar. 

Kosta Rika yang memilih bermain bertahan bahkan masih sempat melancarkan serangan balik yang membuat bek-bek Brasil kewalahan.

Brasil akhirnya mampu memecah kebuntuan lewat kaki Philippe Coutinho pada menit ke-90+1. Coutinho yang masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Gabriel Jesus mencetak gol, memanfaatkan kemelut di depan gawang Keylor Navas.

Unggul 1-0, Brasil kian tersulut untuk menambah gol. Ribuan fans yang memadati stadion yang sempat cemas tim kesayangan akan kalah atau bermain imbang, terus memompa semangat Neymar dan kawan-kawan. Hingga akhirnya, Neymar yang pada menit ke-81 diganjar kartu kuning karena merasa kesal lalu memukul bola, memperbesar keunggulan Selecao menjadi 2-0. Gol yang diceploskan Neymar pada menit ke-90+7 mengunci kemenangan Brasil atas Kosta Rika. Skor 2-0 bertahan hingga laga usai.

 Kemenangan dalam laga kedua babak penyisihan Grup E membuat Brasil untuk sementara menempati puncak klasemen dengan tabungan empat poin. Sementara Kosta Rika harus angkat kaki, sebab pada laga sebelumnya mereka juga kalah dari 0-1 dari Serbia. Selanjutnya, Brasil bertemu Serbia. 

Senin, 18 Juni

Brasil vs Swiss

Hasil akhir: 1-1

Jalannya pertandingan:

SERI. Pertarungan Brasil melawan Swiss berakhir seri di Rostov Arena, Rostov-on-Don, Rusia. Foto dari FIFA.com

Tak ada yang mudah bagi Brasil, walau Selecao diprediksi bakal bisa mengalahkan Swiss di Rostov Arena, Rostov-on-Don, Senin, 18 Juni dini hari WIB. Brasil harus menerima kenyataan pahit, ditahan imbang 1-1 pada laga perdana babak penyisihan Grup E Piala Dunia 2018.

Sebenarnya, Brasil bisa meraup angka penuh. Soalnya, mereka lebih dulu unggul 1-0 lewat gol yang diceploskan Philippe Coutinho (Barcelona), saat laga yang dipimpin wasit Cesar Ramos (Meksiko) masih berjalan 20 menit.

Akan tetapi, lini belakang Brasil tak konsisten melakukan penjagaan ketat terhadap penyerang-penyerang Swiss. Hingga akhirnya, Selecao harus mengalami "neraka" pada babak kedua, tepatnya menit ke-50. Alisson Becker (AS Roma) harus memungut bola dari gawangnya, tak kuasa mengantisipasi tandukan Steven Zuber (Hoffenheim), memaksimalkan umpan Xherdan Shaqiri (Stoke City). 

Brasil merespons gol balasan tersebut dengan meningkatkan gempuran. Sejumlah peluang tercipta, dua di antaranya melalui penyerang andalan, Neymar (Paris Saint Germain) pada menit ke-58. Sayang, bola yang ditendang pemain mahal itu masih bisa diblok Yann Sommer, kiper Swiss. Nasib baik juga tak berpihak kepada mantan tombak Barcelona itu pada menit ke-87. Lagi, bola yang ditanduknya, memanfaatkan umpan Willian, masih bisa ditangkap dengan baik oleh Yann Sommer.

Skor imbang 1-1 bertahan hingga laga usai. Dan Brasil, langganan juara Piala Dunia, mendapat pelajaran berharga dari tim yang tidak begitu diunggulkan. Ini juga pekerjaan rumah (PR) berat bagi sang pelatih, Tite.

Minggu, 17 Juni

Kosta Rika vs Serbia

Hasil akhir: 0-1

Jalannya pertandingan:

GOL PERDANA. Aleksandar Kolarov dari Serbia merayakan gol perdana timnas negaranya di Piala Dunia 2018. Foto dari FIFA.com

GOL PERDANA. Aleksandar Kolarov dari Serbia merayakan gol perdana timnas negaranya di Piala Dunia 2018. Foto dari FIFA.com

Tendangan bebas Aleksandar Kolarov memastikan kemenangan Serbia atas Kosta Rika saat keduanya bentrok di Samara Arena, Minggu, 17 Juni malam WIB. Kemenangan perdana Serbia pada laga penyisihan Grup E Piala Dunia 2018 membuat tim berjuluk Plavi (Si Biru) menjaga asa untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar. 

Duel berlangsung alot. Kedua tim saling menekan, mencoba mencari celah untuk menciptakan gol. Dari segi penguasaan bola, Serbia masih lebih unggul (65 persen). Meski begitu, serangan Serbia yang dimotori Aleksandar Mitrovic (Newcastle United) masih bisa dipatahkan bek-bek Kosta Rika.

Kosta Rika sendiri, yang bermain dengan skema 5-4-1 lebih memilih bertahan. Skuat asuhan Oscar Ramirez memanfaatkan serangan balik dengan mengandalkan kecepatan striker mereka, Marco Urena (Los Angeles FC). 

Tak ada gol yang tersuguh di babak pertama.

Di babak kedua, terjadi beberapa pergantian. Hingga akhirnya, Serbia mampu memaksimalkan satu peluang terbaiknya via bola mati. Pelanggaran yang tak jauh dari luar kotak penalti dieksekusi dengan sangat brilian oleh sang kapten, Aleksandar Kolarov. Penyerang berusia 23 tahun yang dipinjamkan Newcastle ke Fulham itu menaklukkan kiper Kosta Rika yang juga penjaga gawang utama Real Madrid, Keylor Navas. 

Gol yang tercipta pada menit ke-56 membuat Kosta Rika berupaya sekuat tenaga untuk mengejar ketinggalan. Tapi, sampai wasit Malang Diedhiou (Senegal) meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, gol yang diharapkan tak jua tercipta. 

—Rappler.com